Fenomena corat coret seragam seolah tlah menjadi agenda wajib tahunan bagi kebanyakan siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikannya baik itu siswa SMP maupun SMA,corat coret biasa nya diawali dengan ritual konvoi menuju destinasi yang akan dijadikan tempat bercorat coret ria,tentunya beberapa dari mereka tlah membawa 'bekal' berupa beberapa kaleng pilog (cat semprot) dan beberapa buah spidol dan alat tulis yang akan dijadikan amunisi corat coret tersebut
ada beberapa spot wajib yang menjadi destinasi tujuan mereka setelah berkonvoi ria salah satunya jakabaring, taman purbakala tangga buntung,danau opi jakabaring dll. tentu saja hal ini berimbas pada kemacetan di beberapa titik kota yang sangat mengganggu pengguna jalan khususnya saya sendiri, merasa sangat tergangggu melihat tingkah pola para "calon pengangguran" tersebut.
baru berselang beberapa hari saat menjelang hari kelulusan terjadi "adu kambing" terjadi antara mobil angkot dan motor yang dikandarai oleh seorang anak berseragam sekolah dengan corat coret khas pilog dan spidol nya sembari membonceng 2 orang teman nya tanpa menggunakan helm, membuat ketiganya terpental hingga beberapa meter dan mengalami cidera patah tulang. bukannya mendapat pertanggung jawaban dari sang sopir yang menabrak, mereka malah mendapat ocehan dari sang sopir angkot yang meminta ganti rugi sebab lampu angkot sebelah kanan body angkot nya pecah, tentu nya hal ini sangat beralasan sebab yang bersalah memanglah para siswa tersebut yang memotong jalan sesukanya dalam keadaan kendaaraan dipacu dengan kecepatan tinggi saat berkonvoi.
miris memang, aku pun tak faham dsejak kapan fenomena corat coret seragam ini muncul, yang jelas sejak aku lulus SMA tahun 2012 lalu ritual ini sudah digandrungi oleh sebagian besar siswa siswi setiap kali menjelang kelulusan yang alhamdulillah aku tidak pernah mencicipi ritual aneh tersebut, aku masih ingat pada tahun 2012 bulan 4 tepatnya pada saat banyak siswa berkonvoi ria, aku dan teman-temanku tengah khidmat membaca yasin bersama sembari harap-harap cemas agar kami semua lulus. (padahal sudah diancam ortu duluan supaya tidak ikut konvoi)tapi aku bersyukur untuk itu
pada dasarnya ritual corat coret seragam bisa sedikit diberantas jika dari pihak yang memiliki "taring" ikut berperan, sebagaimana saya pernah mendengar ceramah KH Zainuddin berkata ada 3 tonggak perubahan yang pertama yaitu umaro' atau pemimpin yang memiliki kuasa dan aparat yang dimilikinya, melalui itu umaro' bisa membuat peraturan yang dapat diberlakukan bagi setiap kalangan yang pastinya lebih mudah untuk diterapkan dan dipatuhi, begitu juga apabila ada satu saja umaro' yang bisa menerapkan aturan dan ada sanksi tegas bagi siswa terkait konvoi dan corat coret pra kelulusan, atau jika memang umaro' pemerintahan terlalu sibuk untuk mengurusi hal semacam ini setidaknya pemimpin disekolah yaitu kepala sekolah yang ambil bagian mengurusi ini agar selebrasi pra kelulusan yang kadung salah ini dapat diberantas atau bahkan dihilangkan.
selanjutnya yang kedua mubaligh yang memiliki kuasa membuat perubahan dengan lisannya, dalam setiap ceramah dapat disampaikan apa mudarat dari corat-corat seragam,itu pun dapat dilakukan oleh guru disekolah dan orang tua dirumah agar dapat mewanti-wanti sang anak akan buruknya konvoi dan corat-coret tersebut, dan yang terakhir rakyat sipil atau masyarakat pada umumnya yang hanya bisa menggelengkan kepala saat menyaksikan hal serupa dan mengumpat didalam hati, dan tentu saja kita sama-sama tahu jika ini selemah-lemahnya iman dalam hal kemampuan dalam perubahan
sempat tergelitik dengan guyonan teman ku saat kami mebahas perihal corat coret seragam yang tengah menjamur ini,"eh gimana kalau nanti sarjana ikutan corat coret ya?"
aku tertawa geli mendengar nya, namun bukan berarti hal itu akan menjadi mustahil saat selebrasi penghargaan saat mengkhatamkan ilmu disikapi dengan cara yang salah terus menerus dibiarkan tak menutup kemungkinan suatu hari nanti akan ada sarjana yang melakukan selebrasi dengan mencorat coret toga nya.
#Tinahazaana
05 mei 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar