.
Penggalan lirik lagu karya Ebied G Ade ini agakny layak disandarkan kepada Aldi sosok pemuda penjual tisue dan air mineral asongan disebuah kampus itu..
.
Tissue tissue aqua club,,, tissue tissue aqua club,,,
Sayup..sayup terdengar suara seorang pemuda tengah menawarkan dagangannya
Terlihat ia sedang memapah 2 buah kardus menggunakan pergelangannya,
sembari menawarkan daganganny ditengah2 kelompok mahasiswa yg tengah menunggu dosen untuk asistensi skripsi,
Walau suasana kampus terlihat lengang mengingat bulan juli merupakan waktu dimana para mahasiswa dibawah semester 6 an tengah asyik menikmati libur panjang, kampus hanya dihuni beberapa mahasiswa tingkat akhir,
.
Aku yg sejak td mengamati gerak gerik pemuda it, merasa tertarik melihatny mondar mandir menjajakan dagangannya
Lantas kupanggil,,
Mas tissue ny berapaan?
Pemuda it mendekat perlahan menuju tempatku duduk, sembari mengeluarkan sebuah plastik tissue
Ia duduk tepat disampingku..
Sembari mengobrol ngalor ngidul kutanyakan nama pemuda it,,
Nama saya Aldi mba,, jawabnya sembari menyeka keringat diujung dahi
..
Mas ini bkn nya mahasiswa ya, ujarku menduga duga , sebab wajah pemuda it memanglah tdk asing dri penglihatanku
.
Betul mba saya lulusan BPI fakultas dakwah " jawabny polos sembari melempar senyum bangga
Ouh.. kok mas mau kerja begini, mas ga malu? Tanyaku mencecar heran
Terpaksa mba, tidak ada pilihan lain dari pada tidak makan " ujarny fasih menggunakan bahasa indonesia
.
Setelah bnyak mngobrol kutanyakan alamat pria bernama Aldi itu, rupanya beliau beralamat di macan lindungan yg letaknya cukup jauh dr kampus tempatnya berjualan,
Aku terperangah tdk percaya, lebih lagi dia mengatakan jika jarak yg jauh it ditempuh dengan jalan kaki.
Kalau memang benar apa yg dia katakan kurasa ada yg aneh dengan jalan fikirannya..
Mas sudah berkeluarga? Tanya ku lagi
Belum mba masih single" dia menjawab dengan senyum tak kalah merekah hampir seluruh gigi ny dapat terlihat, tapi jawabannya kali ini seakan sedang menggoda ku(hahahah)
Karena merasa ragu atas kesaksian dari nya, aku lantas mencari tahu ke beberapa narasumber yg informasiny kunilai akurat
Dan memang benar jika pemuda it adalah lulusan dri fakultas dakwah jurusan BPI
Namun teman2 menilai nya sebagai orang yg aneh dikarenakan pilihan hidup ny it
.
Dilematis mjd seorang lulusan universitas dengan menyandang gelar sarjana
Pada umunya lulusan S1 pastinya enggan untuk berjualan berkeliling layaknya aldi
namun kadang ia tdk punya banyk pilihan selain pasrah,
Lebih lagi jika gelar yg disandang tdk diiringi keahlian yg mumpuni
.
BPI adalah jurusan yg cukup bergengsi dan menjanjikan jika memang digeluti dengan serius sebab dari sana dapat menelurkan tokoh2 penyuluhan agama yg apik dan cakap dalam penyuluhan Islam yg notabene sangat dibutuhkan dimasa kini, menilik kondisi masyarakat terutama pemuda sedang mengalami banyak krisis dan degradasi moral
Hal yg sama saat melihat fakultas tetangga nya yg sewaktu saya kuliah menjadi fakultas terfavorit yaitu fakultas Tarbiyah,
dan ku dengar hingga kini pun mahasiswa yg mendaftar pada fakultas Tarbiyah tetap saja membludak, Menjadi seorang lulusan fakultas pendidikan ,
akan sangat mjd dilema besar saat ia harus memilih untuk mengajar didaerah asal atau menjadi guru dikota besar dengan tuntutan biaya kos yg melonjak tinggi, disamping it gaji yg diterima kbnyakan masih bersifat gaji caturwulan
yg berakibat pada para guru yg merasa "malas" dan sembarangan dalam mengajar tentu saja hal ini sangat berlaku hampir pada seluruh guru honorer, terutama guru- guru muda freshgraduate yg terkenal ahli IT dan tidak kudet (kurang update)
berdasarkan curhat dr teman2 yg honorer,mereka seringkali diperlakukan layaknya kacung bagi guru - guru yang telah bertitle PNS...
.
Walhasil bnyk dari mereka memilih banting setir uk lbh memilih bekerja sebagai "kuli" di pabrik dikarenakan gaji dipabrik lebih terjamin mencapai UMR, adapula yg rela bekerja sebagai SPG pada sebuah mall besar walau harus rela menanggalkan jilbabnya😱
.
Hal ini berakibat pada bnyaknya sekolah (desa umumnya) memiliki bnyk guru dengan mata pelajaran yg tdk linier dg jurusan yg pernah ia pelajari, hal ini tentu saja sangat berpengaruh pada tidak terpenuhi ny kaidah dasar profesionalisme guru yg semestiny jurusanny berbanding lurus dg materi ajar, agar tdk terjadi pincang pada hasil yg diterima murid
Contohnya saja guru yang berasal dari jurusan ekonomi perbankan tdk pernah mempelajari seluk beluk tentang kode etik seorang guru, dia tdk menerima pelajaran mengenai sikap seorang guru yg harusny memiliki kepribadian begini dan begini...
Kasus aldi merupakan potret dari gagalnya implementasi dari apa yg dia pelajari dikampus,
.
Walaupun ia berdalih tdk punya pilihan lain uk memenuhi kebutuhan untuk sekedar makan, tp tetap saja, pilihanny menggantung ijazah dan memilih sebagai pedagang asongan tetap salah bagi sebagian orang yang memiliki kajian mendalam akan fungsi dalam menempatkan ahli yg ia geluti, yang paling tidak ia pelajari selama 4 tahun lebih lamanya ia dalami.
.
Lulusan Milenial lebih menjunjung tinggi azaz prestise (gengsi)
Dan akan menjadikan profesi seperti aldi sebagai pilihan nomor buncit,atau tidak dipilih sama sekali, kebanyakan dari mereka lebih memilih menjadi pengangguran ketimbang bertaruh malu layaknya aldi
Ini pun juga bukan pilihan yg bijak bukan?




