Salah satu Dilema dari kemajuan zaman kita dipaksa untuk berfikiran universal dan terbuka pada perubahan
Sebab konsekuensi nya bagi yang tetap menutup diri adalah tertinggalπππ
✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️
Kemajuan zaman dalam segala lini sangat pesat dan masif dan yang ingin saya kulik disini adalah kemajuan dalam hal belajar....
.
Saat covid 19 menyerang mau tak mau segala bentuk kegiatan terpaksa dirumahkan,,
yang kerja dipaksa bekerja dari rumah, π»
yang sekolah dipaksa sekolah dari rumahπ
Yang ibadah dipaksa ibadah di rumahπ
dengan segala pro dan kontranya,,,
.
Sebelum masuk pembahasan kita harus sama-sama fahami dulu jika dalam menghadapi dunia virtual mayoritas kita memang masih gagap dan belum siap, walau nyatanya dunia virtual tidak akan pernah menunggu kesiapan kita,
Catatan yang ada yang tidak siap ya artinya tertinggalπ€☹️π°π°
.
Berikut catatan singkat saya sebagai hasil belajar yang difasilitasi oleh team grahita dengan pemateri yang luar biasa pak eko Budhi perwanto MM Psi
ππππππππππππππππππ
.
Sekitar 300 jt an anak sekolah yang tersebar diseluruh dunia mengalami gangguan pada kegiatan sekolahnya, tidak terlepas it sekolah elit maupun sekolah biasa semua terkena imbas dampaknya.
Maka dari itu setiap guru diminta untuk bertindak cepat dan kreatif sebagai penangulangan akan hal ini dengan mengadakan Revolusi pada cara belajar
Segera move on dari cara belajar konvensional menuju cara belajar jarak jauh atau sering disebut PJJ (pembelajaran jarak jauh)
.
Setiap jenis pembelajaran pastinya memiliki suatu titik epicentrum baik tive konvensional maupun tive modern Virtual.
.
tivikal pendidikan dengan cara lama / cara konvensional it memiliki titik Epicentrum yaitu bangunan sekolahπ️π️π️π️
.
Sedangkan Pendidikan Online epicentrumnya adalah keberlangsungan kolaborasi antara guru dan siswa, Walau tidak berada dalam satu tempat yang samaπ»π»π»π»
_____________________________________________________
Dunia virtual bukan lah hal baru,
melainkan hal lama yang kita saja yang baru- baru ini baru masif menggunakannya,
Di Indonesia penyelenggaraan pendidikan jarak jauh telah dimulai sejak tahun 1950 an, dalam bentuk sistem korespondensi yang diselenggarakan oleh pusat pengembangan penataran guru tertulis, (sadiman 1999)
Bahkan HAR Tilaar (Belawati, 1999) mengemukakan bahwa pendidikan/pelatihan jarak jauh di Indonesia telah dimulai jauh sebelumnya, yaitu pada jaman kolonial yang diselenggarakan dalam bentuk kursus-kursus tertulis dengan memanfaatkan jasa pos.
Namun selama 20 tahun,
tidak banyak kemajuan atau perkembangan yang dicapai di bidang pendidikan/pelatihan jarak jauh. Hanya menjelang akhir tahun 1970-an,
barulah mulai tampak adanya perkembangan/kemajuan yaitu dengan mulai dimanfaatkannya siaran radio pendidikan untuk penataran guru Sekolah Dasar (SD).
Namun hal yang lebih popular digunakan adalah belajar dengan cara konvensional yang mengharuskan tatap muka, mengharuskan adanya bangunan gedung, hal ini yang membuat kebanyakan dari kita seakan kaget dan tidak siap saat metode belajar Virtual kembali dibangkitkanππ
.
Maraknya penggunaan aplikasi teleconferens layaknya zoom karna terdapat banyak sekali pilihan yang mumpuni untuk mensuport kegiatan PJJ ini
.
Pendidikan jarak jauh tidak menjadikan bangunan sebagai epicentrumnya Yang penting adalah terjadi kolaborasi Lalu tujuan utama dari pendidikan jarak jauh apa?
Jadi tujuan utama dari PJJ adalah Mengatasi kendala yg tidak bisa dilakukan oleh pendidikan konvensional
.
seperti kondisi sekarang PSBB atau (pembatasan sosial berskala besar)
Maka pendidikan konvensional tidak bisa dilaksanakan karna kendala ruang,
maka it solusi terbaik adalah pelaksanaan pendidikan jarak jauh.
_____________________________________________________
Adapun kelebihan dari PJJ,
bagi yang memiliki Kendala waktu misal tidak bisa belajar pada jam 8 pagi, maka bisa dengan alternatif belajar pada jam lain,
karna PJJ idealnya tidak mengikat waktu dan dapat diulangi beberapa kali dalam sehari.
Adapun Tujuan terpenting dari PJJ adalah menciptakan kolaborasi anatara guru dan siswa, yang apabila tidak ada kolaborasi Maka hak dan kewajiban ny tidak terpenuhi dari kedua belah pihak.
istilahny ini dampak domino tanpa pembelajaran siswa tidak mendapat materi pelajaran,
dan tidak dapat pelajaran dampaknya adalah tidak membayar SPP,
Jikalau mereka tidak bayar SPP maka sekolah ambruk.
Begitulah seterusnya siklusnya...
.
Jadi Sistem PJJ adalah hasil final melihat kondisi sekarang adapun jenis kelas yang dapat digunakan dalam PJJ ada beberapa model,
namun dalam hal penerapan tidak harus terpaku pada satu model saja boleh menggunakan berbagai model dan memvariasikannya pada masing -masing siswa Tidak mesti satu model
Berikut jenis-jenis modelnya..
*1. Single model*
terdapat narasumber dan audiens, Bersifat lebih searah, one by one, face to face, dengan cara memberikan pelajaran per anak perkepala,,
Bisa video, audio teks, full teks, dan lain lain
Lalu feed back tugas jawaban dari siswa dapat dikirim melalui Wa, telegram, sms,
atau dengan menggunakan kurir
Dan Feedback tidak harus selalu berupa soal
Boleh dengan pertanyaan terbuka
Misal, bagaimana perasaanmu saat mempelajari tentang diri sendiri???
Atau misal bagaimana sikap mu saat teman mu mencuri?
Yang diharapkan dari pendidikan jarak jauh yaitu perubahan tingkah laku.
*2. Dual model*
Yakni Model korespondensi dan tatap muka dengan waktu yg terbatas.
Misal pertemuan setiap sepekan dua kali, setiap sabtu dan Ahad dan diberikan semacam materi dan dilanjudkan dengan tugas
Contohnya: seperti universitas terbuka yg belajar hanya pada sabtu dan ahad
*3. Tripartit model*
Yakni model
pembelajaran interaktif, dua arah.
Video conference, yang didukung
Aplikasi pendukung semisal Sykpe, google classroom, cisco webex, whatsapp(paling merakyat)
Ada juga microsoft team, google duo dan lain -lain
Dalam hal pelaksanaan guru diharapkan dapat jeli menggunakan tive model pembelajaran agar pembelajaran tetap berlangsung semaksimal mungkin.









Makasih ilmunya...
BalasHapusGood
BalasHapus