Senin, 14 Desember 2020

Aku dan Anton

:.. aku wanita biasa yang terlahir dari keluarga yang sederhana...ayah dan ibuku hanya seorang pegawai negeri golongan 1 dengan honor minim

...

Aku merupakan seorang pecinta coklat akut, segala jenis cokelat ku suka dan hampir semua pernah kucicipi,

.

Aroma cokelat benar2 telah membuatku menjadi pecandu berat...

....

Kemana pun aku selalu mengantongi coklat kecil sebagai kudapan jika sewaktu-waktu aku merasa lapar atau saat mood Ku sedang memburuk.

.

Meski begitu berat badan ku tetap bertahan diposisi ideal 48 dengan tinggi 160, 

Kulitku berwarna kuning langsat khas wanita Asia umumnya

.

Aku merupakan lulusan sarjana di suatu Universitas Islam ternama di kotaku 

 Aku berkuliah dengan terukur dan tepat waktu, 

.

belum genap 4 tahun aku telah mantap menyandang sarjana pendidikan pada tahun 2014 akhir.

Aku sangat puas dengan gelar ini kala it, 

walau sejujurnya untuk mendapatkan nya tidak lah mudah dan tidak selalu jujur...

.

 Beberapa kali aku membayar orang untuk membantu ku dalam merampungkan nya..

Beruntung aku memiliki banyak teman yang lihai dalam perhitungan skripsi..

Ditambah birokrasi kampus yang tidak seberapa ketat dalam mengkoreksi skripsi ku membuat ku melenggang mendapat kan gelar dengan sangat mudah disana..

.

Aku tak perduli, 

yang jelas aku telah sarjana, 

dan aku lulus tepat waktu.

Hal demikian yang selalu aku dan teman- teman idam- idam kan kala it

Persetan dengan skill, 

  Yang penting aku  lulus  cepat  .

.

.

Menjadi sarjana dikampung ku adalah hal yang sangat membanggakan lebih- lebih sarjana disini masih sangat minim dan dapat dihitung dengan jari.

Tentu saja hal ini pun sangat membanggakan bagi kedua orang tua ku

Apalagi aku...

.....


Aku adalah seorang wanita yang mandiri, 

Aku nyaris tidak membutuhkan laki- laki dalam  hidup ku

Untuk sekadar memasang lampu dan genteng rumah dapat aku tuntaskan sendiri,

berbanding terbalik dengan teman2 ku yang sangat manja

Yang sekedar memasang galon pun harus merengek ke laki- laki

.

Tapi nyatanya terlalu mandiri pun bisa berimbas hal yang tidak baik bagiku... Membuatku cenderung skeptis (curiga) pada siapapun yang mendekat...

Setelah menyandang gelar, nyatanya sebagai sarjana pendidikan tidak lah seindah yang ku duga dahulu.  

Sarjana pendidikan merupakan suatu lulusan yang tidak sebegitu diperhitungkan, 

bahkan Tergolong jurusan yang mudah lagi miskin akan penghargaan. Setidaknya begitu yang ku rasakan ..

....

Setelah tamat ...

Aku begitu tergopoh dalam mencari pekerjaan, ijazah ku tak laku setelah ku jajakan ke berbagai sekolah tak ada yang Sudi menerima ku sebagai bagian dari mereka..

.

Akhirnya aku diterima di sekolah pinggiran dekat sungai yang terlihat sangat sempit kumuh dan jorok..

.

Tergambar dari anak- anak yang bersekolah disana nampak sangat dekil dan ada beberapa dari mereka terlihat bertelanjang kaki...

. belum lagi aroma tubuh mereka yang sangat menyengat hidung

.

Ahh aku serasa ingin muntah bila duduk didekat anak- anak itu

.

aku mengajar di SD it dengan gaji yang sangat minim belum lagi tekanan dan tuntutan dari atasan yang bagiku sangat tidak sesuai

Membuatku uring - uringan dan tak sebegitu ikhlas saat mengajar

.

Lenyap sudah predikat guru tanpa tanda jasa padaku kala it, 

hidup ku penuh dengan keluhan, tak jarang aku menghukum siswa dengan sangat tak masuk akal dan tak manusiawi sebagai muara pelampiasan dari ketidak tenangan hidup yang aku jalani..

.

Puncak nya setelah 3 bulanan aku mangkir dan memutuskan keluar dari pekerjaan yang linier dengan garis pendidikan ku ini.

.

Dan memilih bekerja sebagi waiters  pada sebuah resto dengan gaji UMR walau akhirnya  aku harus menanggalkan tudung yang selama ini aku pertahankan...

.

Dari sini hidup ku baru terasa hidup,,,

semua terasa indah dengan uang yang bagiku cukup

Aku bisa membeli berbagai barang yang dahulunya sulit untuk dicapai...


. begitupun kisah asmaraku dimulai dari sini,, rasanya aku bak baru menemukan sandaran yang sebelumnya terkulai layu


.Perjumpaan ku dengan Anton, suamiku dahulu,,,

Pertemuan dengannya kisaran th 2016  sesuatu yang sangat tak terduga saat aku bekerja pada resto ini

Ia datang bak pangeran berkuda putih ku

Wajahnya yang tak terlalu tampan, penampilan yang nampak urakan tak begitu aku hiraukan

.

Awalnya dia datang sebagai konsumen yang selalu mencuri pandang dan sampai meminta nomor ponsel ku...

Aku yang selalu ramah dan welcome kepada siapa saja, dengan suka hati berbagi nomor ponsel padanya.

.

Hubungan kami berlanjut 

Anton merupakan sosok yang sangat perhatian.

Tutur kata yang runut dan terlihat cerdas dan juga pemilihan bahasa yang dia gunakan berulang kali membuatku tersipu setiap kali digoda nya..

.

teringat disaat ku sakit

Segala macam obat di datangkan buatku

Mulai dari bentuk pil, sirup hingga tablet, 

tak lupa secangkir jus tanpa es pesanan ku dengan cekatan dibawakan olehnya...

...

Anton ibarat tampungan yang sangat luas, tanpa ujung tanpa muara,,,

.

Anton selalu mendengar keluh kesah ku

Menghadirkan solusi dalam berbagai ujian hidupku yang sebelumnya selalu ku lahap sendiri

Tak pernah sekalipun ia menyalahkan atas kelalaian ku

.

Pemakluman demi pemakluman nya membuatku  terbuai dan sangat nyaman menceritakan segalanya padanya

...ku akui aku mulai mencintainya..

.

Malam menjelang tidur selalu kututup dengan doa agar aku segera berjodoh dengan laki-laki bernama Anton itu..

.

Setahun berlalu kami jalani bersama, nampaknya Anton mulai menunjukkan sifat aslinya, dia pembohong

Janji nya berceceran dan sangat murah

Namun sangat pelit dalam hal pembuktian

Aku sering kali kesal dibuatnya,

Akhir- akhir ini

Mulutnya yang dahulu manis kini sudah belajar mencela ku 

mulai dari postur dan warna kulit yang baginya buruk.

hingga  pada kalimat hinanan yang terasa mengiris2 hati serasa ringan diucapkan olehnya


Berulang kali aku menangis tanpa dia ketahui, 

.


Dihadapan orang lain aku selalu menyebutnya adalah seorang yang penyayang,,

Nyatanya tidak Anton adalah seorang yang yang sangat menguras energi kehidupan ku.

.

Masalah yang selalu ku adukan padanya nyaris tak pernah bermuara penyelesaian yang ada selalu dilimpahkan pada diriku sendiri

Bak bom waktu yang siap meledak

Aku menyimpan nya sendiri....

.

Sebelum mengenal anton aku termasuk tipikal perempuan yang sangat berhati-hati dalam memilih pasangan semestinya aku telah hidup bahagia sekarang nyata nya tidak juga

.

Aku mencoba menahan tangisku yg ingin pecah

Namun tertahan

Aku terbiasa bersikap seolah kuat dengan ocehan ny yg terkadang berlebihan...

.

Aku tersenyum kecut

Padahal hatiku sedang berantakan tak utuh

Selama dengan nya aku merasa batinku kacau tak tenang

Semua seakan serba salah penuh tekanan..

Kritik demi kritik dia timpakan Padaku tampa adanya solusi..

.

.

Aku butuh dia tapi bukan kritik ny

Kritik demi kritik dia timpakan Padaku tnpa adanya solusi..

.

Aku butuh dia to bukan kritik ny,,,

setiap kali nasihatny meluncur dari bibir dia seakan sedang menguliti ku hidup hidup, 

dadaku menyempit sesak  namun sebisa mungkin tak ku tampakkan di raut muka 

Seperti biasa aku selalu menjadi sosok perempuan kuat dihadapan nya yang sangat senantiasa sanggup menerima cacian berbalut nasihat dan saran dari nya...

...


Keraguan ku pada Anton menggunduk

Terlebih dengan perubahan nya yang terasa sangat signifikan...

Tapi keraguan tak pernah mengurungkan niat kami


Kami tetap mantap melangkah untuk membina jalinan rumah tangga

Yang terbilang tergesa gesa itu

Bukan kah setiap pernikahan akan diuji dengan rasa ragu fikirku..

Rasaku jg ku tepis..

..

Tepat April 2017, kami resmi melangsungkan pernikahan...


Pernikahan impian ku dengan gaun mewah, pelaminan mewah dengan dominasi berwarna putih

Sangat anggun...

.Anton pun terlihat sangat gagah dan tampan dengan balutan pakaian yang dikenakan nya...

Belum genap sebulan pernikahan,, Anton berubah bak monster

Hari-hari penuh dengan cacian dan hinaan,, 

Untuk ku dan juga keluarga ku..


Apalagi ia merupakan pria yang sangat pemalas dan manja membuatku rasa sangat muak dan jijik tiap kali melihatnya bangun kesiangan dan merengek meminta uang padaku sekedar membeli sebatang rokok..

Aku yang selalu mencoba  menahan diri dan ucapan akhirnya tidak kuat juga,, hingga terlontar ucapan kasar dari ku...


Tangisku pecah lagi


Meratapi rumah tangga yang baru hitungan 1 bulan ku jalani ini...


.salahku menerima laki2 yang belum seberapa ku kenal pribadinya,,,

. Anton mengidap penyakit jantung, dia mati dalam keadaan melotot terhadapku


Aku berlari  sembari berteriak ketakutan...


Sekarang aku resmi berpisah dari Anton

Berpisah alam

Dengan perasaan lega atas kematian nya

Kulantunkan doa di atas pusara nya, tanpa setetes pun tangis untuk nya

.

Sayap ku serasa patah, hatiku serasa ingin meratapi kematian nya namun disisi lain aku lega

Sosok yang selalu mengatur tanpa membantu itu telah pergi

Serasa beban yang aku pikul setelah bertahun hidup dengan ny runtuh

Ikud terkubur bersama Anton...

Hatiku kini seakan berlobang menganga aku butuh sosok tapi bukan si tukang kritik tanpa solusi seperti Anton

Biarlah dia mati bersama kenangan pahit nya..

Tangisku baru pecah...

Pecah menangisi nasibku

Bukan menagisi Anton...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar