Kamis, 27 September 2018

*ambisi liarku*

:..goresan hidupmu yang nampak rata terkadang membuatku cemburu
aku terkulai lemas nyaris kehilangan nafas
sekali lagi aku merasa tak pantas mencengramkan jemari pada dahan rapuh
aku bertarung dengan gundukan emosi liar
membuka tabir dusta yang terbingkis cantik
aku sudah lelah dibodohi nasib

luapan hawa panaas kembali meyeruak dari dalam dada
ibarat luapan-luapan air mendidih yang akan pecah
rintik disudut mata yang tak kunjung kering
bertahun derita ini hadir meremas jantung
meninggalkan noda luka abadi
mungkin aku terlalu terbius ambisi
selamatkan aku teman dari keangkuhan yang mengahancurkanku
dari kejamnya dunia yang mengikatku
ingatkan aku akan hadirmu yang begitu berarti
hingga aku berhenti mengejar ambisiku yang beku

kecemburuan yang semakin mnjadi
bagai bisa yang mengaliri setiap tetes darahku
begitu cepat menjalar dan mengikat
hidupku bagai terpasung
terbats pada jarak jarak yang kucipta sendiri

semilir angin malam semakin menenggelmkanku dalam kalut
aku yang terlanjur kecewa pada takdir
berteman ambisi yang mengegerogoti hidupku
semakin hari semakin habis nafasku dan nyaris mati
hidupku bagai dipermainkan angin
kesana kemari tak tentu arah
hingga nanti mungkin pada akhirnya aku akan terdampar
terhempas tak bernyawa
pada puncaknya aku kan pergi dan berlari bersama ambisiku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar