*luapan rasaku*
:..nyanyian bernada sendu terdengar begitu nyeri
dengan tangan terkepang kutatap langit hitam
kumeninjau waktu dalam keheningan senja hitam
tiada lagi cahaya yang bisa menerangi gulita jiwa
aku yang hampir tewas tersandung akar luka
kesana kemari menjual mimpi
disaat ketenangan ku diusik
kutarik raga ini dari gemerlapnya cahaya yang nyaris mebakar
kutatap wajahmu dalam gurat-gurat mimpi
terasa ngilu dan getir menyapa rindu
yang terbungkus kabut
kutembus padang ilalang ditengah malam yang gelap dan dingin
kusapa lembut gumpalan awan hitam yang menatapku dalam diam
bagai bertarung melawan dingin
kususuri jalan gelap sendiri
walau pada akhirnya aku harus terkapar bersimbah luka
bersama hujan tak henti kupandangi langit
ada yang ingin aku titipkan sebelum aku pergi jauh
cinta yang mengebu yang hingga kini kutanggung sendiri
kini membeku dan mengeras
akan kulempar kejalan biarlah mencair dan hilang
bersama tetesan hujan
hanya tuhan yang tau ketulusan hati yang tercemar rindu ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar