tahun 2019 merupakan tahun yang paling berkesan dan padat bagiku sebab pada tahun ini aku mendapatkan banyak sekali pengalaman dan ilmu yang menurutku mahal,
mulai dari ikut sertanya aku pada komunitas DMC (disaster management center) sebuah wadah sosial yang bersifat suka rela dan non profit dibawah naungan DD (dompet dhuafa sumsel) yang memiliki programe Membantu segala macam bentuk bencana Dan cukup aktif produktif dalam dunia social yang sangat sesuai dan klop dengan jiwaku, lembaga DD merupakan lembaga yang tidak asing dalam sejarah hidupku,,,
Sampai pada pengalaman ku melangkahkan kaki sampai ketanah Africa van java baluran jawa timur dengan perjalanan pesawat dan kereta hampir 30 jam an diperjalanan..
sampai tembusnya orderan berserie snack (usaha ku) terbanyak hingga menyentuh 300 Box dalam satu kali orderan
Yang bagi banyak orang mungkin sederhana tapi bagiku ini special dan melegakan....
.
Tapi aku belum ingin mengulas beberapa hal diatas, aku lebih tertarik mengulas tentang perjuangan ku menuntaskan study yang hampir saja membuat orang-orang terdekatku patah hati dan kecewa jangka panjang, sebab aku hampir -hampir saja tersandung DO sebab waktu yang kupunya untuk merampungkan kuliah hanya kisaran 6 bulanan saja,,,
Bukan salah kampus sama sekali aku yang terlalu terlena dengan kesibukan yang melenakan hhihihiks๐ ๐ญ๐ญ
.
Ini perihal jatuh bangun aku menyelesaikan kuliah pada usia ke 24 tahun lebih
Pembaca jangan heran inilah faktanya, di usia seperempat abad seorang perempuan yang harusny dapat menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu tapi aku tidak..
.
tapi tak apa toh tidak ada alasan syar’i yang dapat dibenarkan bagi si penunda ulung ini......
Tepat bulan agustus tahun 2012 silam, aku dinyatakan lulus mengikuti SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) pada IAIN Yang sekarang sudah berubah nama menjadi UIN,,,
Awalnya aku tidak terlalu serius mengikuti tes karna insting pekerja ku lah yang lebih kuat saat itu,,
.
tapi disisi lain aku juga berkeinginan untuk kuliah walaupun masih kebingungan dalam memilih jurusan apa yang akan aku pilih,
pada saat tes aku dan yang lain berkesempatan memilih 3 jurusan
Aku yang saat it masih sangat buta dan memang belum ada tempat berkonsultasi masalah ini dan itu terkait perkuliahan,
mengingat aku terlahir bukanlah dari keluarga berpendidikan tinggi.
.
Tanpa fikir panjang
akhirny kujatuhkan pilihan semaunya serambangan,
aku pilih jurusan yang aku nilai menarik saja saat it,
pilihan ku jatuh pada
1. Pendidikan agama Islam,
2. Perbandingan madzab dan hukum
serta
3.perbandingan agama,
.
.
logika ku saat itu sangat sederhana sekali ahh sepertinya menarik yaa kalau kuliah bisa banding bandingin agama gitu,๐๐
๐
๐
1. Pendidikan agama Islam,
2. Perbandingan madzab dan hukum
serta
3.perbandingan agama,
.
.
.
ouh tuhan kurasa Cuma aku yang selugu dan sepolos it dalam menentukan jurusan kuliah yang akan diambil,
mau jadi apa aku kalau sampai lulus tes di perbandingan madzab dan hukum atau perbandingan agama (sebab aku sama sekali tidak ada passion disana)
dan Allah menakdirkan ku lulus di Pendidikan Agama Islam Alhamdulillah sangat aku syukuri itu
.
Angan ku sudah jauh kala itu kalau dibilang persentasenya kuat ke kuliah atau kerja,
tentu akan kujawab lugas lebih memilih untuk kerja saja
Namun walau begitu aku tetap patuh menjalani prosedural kampus mendaftar mengikuti tes Dan Lain-Lain,,
.
Mau kerja atau kuliah, ah kalau sampai aku lulus artinya aku akan memilih kuliah, (batinku saat it,)
Aku menunggu kepastian hingga menjelang pengumuman hasil kalau sampai aku tidak lulus maka esokny aku harus segera berangkat merangkai mimpi dikota pabrik
Tempat tujuan untuk bekerja
.
Setelah dinyatakan lulus seleksi aku berkonsultasi dan dikuatkan oleh keluarga untuk memantapkan hati berkuliah,
dan menunda untuk bekerja,
dan menjalani perkuliahan pada program study pendidikan agama Islam,
.
Selain memilih jurusan dengan cara sembarangan jurusan PAI Adalah satu-satuny dari tiga pilihan yang sangat mempunyai alasan kuat sampai memilihnya,
Dulu aku fikir ah ini kan jurusan agama pasti tidak akan ada matematika didalam mata kuliah nya (saking bencinya aku pada pelajaran matematika)
Nyatanya aku salah besar
Ternyata setiap jurusan pendidikan it hampir pasti terdapat yang namanya mata kuliah statistik pendidikan,
oh tuhan,, Nyatanya menghindar it bukan lah solusi
Malah yang ada kau akan semakin babak belur dibuatnya
.
.
.
Pada awal Perkuliahan aku masih dapat mengikuti dengan lancar dan normal, apalagi kutemukan teman pada masa SMP, dia bernama khairun nisa tentu saja semakin membuatku senang walau sebelumnya aku dengan nisa bukan lah teman akrab bahkan bisa dibilang cuma kenal wajah tidak dengan nama,
Sekarang aku baru percaya jika dua orang teman lama yang sebelumnya tidak akrab bila dipertemukan pada tempat berbeda akan lebih akrab kedepannya
Tidak lupa aku juga bertemu kaisar teman masa SMA, Yang membuatku semakin senang Berada dikelas Pai 4 (nama kelas ku kala itu)
Waktu lambat laun berjalan…
Nyatanya pada saat menginjak semester ke tiga
Aku nisa dan juga leli yang juga teman satu gank hhihhi
Kami terpaksa dipisahkan karena prodi PAI mulai mengadakan konsentrasi atau penjurusan pada jurusan PAI,
berdasarkan hasil tes,
aku mendapatkan konsentrasi aqidah akhlak dan nisa dan leli mendapat konsentrasi Pai umum walau pun mereka juga tidak dapat satu kelas
.
.
Hal ini awalnya membuat kami sangat sedih dan kaku setelah kami sangat akrab malah harus dipisahkan๐ญ, dan masih harus beradaptasi dengan teman-teman baru (lagi)
.
Waktu terasa berjalan sangat cepat
Setelah kami terpisah sosok Nisa kunilai menjadi lebih rajin dan prestasinya menanjak pesat
sedang aku masih sama seperti awal perkuliahan tidak terlalu menseriusi study
aku lebih tertarik berjalan bebas dan keluar dari aturan kampus yang terlalu mengikat
Masuk kelas terlambat merupakan kebiasaan bagiku waktu it, tapi walau begitu, aku senantiasa rajin masuk kelas dan merasa sangat rugi apabila tertinggal kelas satu hari pun.
.
bak burung elang hinggap sana sini pada berbagai macam kegiatan yang aku suka.
Mulai dari mengikuti berbagai macam organisasi kampus,
memburu beragam beasiswa,
menjadi volunter pada hampir semua lembaga zakat yang aku ingat hanya RZ yang belum sempat aku ikuti Karna disana ada...( Tidak perlu aku ceritakan detil alasannya)
.
Walau begitu aku masih tetap mengikuti perkuliahan tanpa tertinggal satu SkS pun sama dengan teman-teman lain,
Walau IPK tidak terlalu besar yang penting mencapai 3 dan SKS nya tercapai tiap semesternya fikirku kala itu...
.
Satu persatu teman ku menuntaskan studynya sedang aku masih santai dan masa bodoh serta tetap fokus pada kegiatan organisasi dan volunteer yang dapat memberi sedikit banyak pemasukan
Pada saat itu, aku juga sempat melakoni beberapa pekerjaan kasar
Entah apa yang aku fikirkan saat it semua jenis pekerjaan aku lakoni tak peduli apapun pekerjaannya asal menghasilkan uang
Seperti di catering, jual jus, jaga counter hape, tukang kupas bawang, tukung petik cabe sampai pernah aku jajaki membuka lapak jualan es cendol sendiri dengan gerobak yang aku dapatkan hasil dari pelatihan bisnis, walau lagi-lagi harus kandas karena gerobak ku hilang saat itu aku tengah KKN diluar kota dan gerobak it aku titipkan di masjid tempat temanku tinggal,
.
Dan Benar adanya jika kita sudah mengenal uang sulit rasanya untuk mau segera menyelesaikan tugas utama walau tidak selalu begitu setidaknya itu yang aku rasakan, rasa malas akut dan rasa tidak percaya diri mendera jiwa, yang membuatku galau sepanjang hari buntu tanpa solusi.
.
pada saat aku menginjak semester 8 orang tua ku yang walaupun tidak mengenyam sekolah tinggi, namun mereka juga faham jika pada fase it idealnya mahasiswa sudah mampu merampungkan study
Dan itu artinya instalasi sokongan uang jajan harian pun dipadamkan saat itu juga sedikit demi sedikit :(
Karna aku dianggap sudah cukup dewasa dan mampu menanggung diri dari uang hasil "nguli" sana sini
Pada fase ini fase yang sangat serba salah, kita minta uang kena marah tapi kalau tidak minta kita butuh hhiii
Maka atas alas an ini juga aku sejak tahun 2016 sudah mengazamkan diri menanggalkan sumbangan dari ortu it,
Sebenarnya pada waktu it jika aku lihai dan mau membujuk bisa saja masih aku dapatkan suntikan keuangan kala it
Tapi nalar ku pun berfikir kapan lagi mau mandiri jika tidak dipaksakan, walhasil sejak hari it aku bersusah payah mencari uang dan malah semakin tidak fokus menyelsaikan kuliah, uang beasiswa yang aku dapat mau tidak mau harus aku ikhlaskan untuk menutupi bayaran SPP yang sebenarny tidak lah terlalu mahal kala itu
Tapi yang paling menyakitkan adalah saat gaji dari kerja kasar ku harus aku ikhlaskan untuk menutupi bayaran SPP yang menunggak kala it
Salah mu sendiri nduk kenapa juga mau menunda2 bantin ku menyalahkan diri sendiri
.
Tahun 2018, adalah tahun yang mendebarkan kala itu kami beberapa mahasiswa mendapatkan surat peringatan yang berisikan ancaman DO bagi yang tidak dapat menyelesaikan masa study dalam kurun waktu tertentu
.
Beberapa mahasiswa angkatanku yang ternyata masih sangat banyak yang belum selesai,,
ah aku sedikit lega setidaknya aku tidak sendirian wkwk
Berjalan waktu tentu saja dalam menemukan ide pembuatan skripsi bukan lah perihal gampang dan cepat apalagi bagi kami waktu it mahasiswa smester 12 keatas yang otak nya sudah mulai membeku untuk ide
ditambah kecemasan bayang-bayang ancaman Drop out yang sangat menakutkan ๐ฅ
.
Lebih ngeri ketimbang saat aku harus mengikhlaskan uang gaji yang tak seberapa untuk membayar SPP Ku sendiri kala it, Surat peringatan itu memang sangat menyeramkan
Walhasil kami melakoni menggarap skripsi sambil menatap selembar kertas ancaman itu..
Difikiran berkecamuk, rasa takut bercampur aduk menodai semangat ingin segera selesai..
.
Ah semua bentuk motivasi rasanya saat it sudah menjadi terasa sangat mentah dan tidak ada efeknya..
.
Yang ada semua jalan terasa sangat buntu
Disatu sisi aku harus mencari uang untuk sekedar jajan, print foto copy dan lain-lain, Disisi lain akupun harus meluangkan waktu ekstra untuk berfikir dalam menulis karya ilmiah itu
Bisa dibilang tahun 2018 adalah tahun yang penuh dengan tekanan setiap hari dan bulannya dalam hidupku
.
Beruntung saat it aku bertemu seorang teman ber inisial IS sebenarnya aku sudah cukup lama mengenalnya
Dia adalah teman pada organisai terdekat pada organisasi yang aku ikuti, IS merupakan adik tingkat satu tahun dibawahku
Namun dia memiliki akal yang sangat brilian dan cemerlang,
Ibarat kata apapun yang aku keluhkan dia punya solusi nya, hebat bukan?
Dia juga sangat pandai dalam memberikan motivasi, Dan beruntungnya frekuensi kami bertemu jadi segala ucapan yang diungkapnya berasa sangat ngena dan masuk dalan relung hati
Ucapan IS selalu saja terstruktur dan ajaib, Hal yang aku ingat kala itu dia mengatakan
Tulis apa yang kamu ingin dan cita- cita kan
Buat beberapa plan A, dan B bahkan C
Jika plan A gagal, coba plan B dan seterusnya dan seterusnya...
.
Bukan cuma it IS adalah sosok problem solver,
aku pada saat it aku tidak punya printer untuk print out lembar demi lembar skripsi,
IS langsung mengupayakan memperbaiki printer rusak milik temannya untukku, sampai upaya memperbaiki laptop milikny sebagai alat bagiku dalam menyelesaikan skripsi mengingat saat it juga laptopku sedang bermasalah disaat aku samgat membutuhkan benda it๐ญ
.
.
Ibaratkan study ku kemarin adalah tubuh Maka IS adalah alat pacu jantungnya Intinya aku bersyukur memiliki teman seperti IS kala it
.
Drama dalam menyelesaikan study terasa sangat panjang, kemarin karena IS pun sedang memperjuangkan study nya artinya dia tidak bisa selalu ada menemani kesana dan kesini..
.
Kemarin aku sempat mengajar ngaji dan mendapat sejumlah uang yang langsung aku belikan sepeda sebagai alat transportasi ku waktu it, sekali lagi ku ulang yang aku beli sepeda yaa bukan sepeda motor๐ ๐ ๐
.
Ah motor sebenarnya ada namun dipakai oleh adikku sekolah dan aku tidak terlalu ambil pusing biarlah aku yang susah,
bukan karena aku ini orangnya sangat pengalah ya, tapi aku sdh sempat berusaha merebut motor it dan menjelaskan fungsiny sangat aku butuhkan saat itu,, Tapi tidak juga memberi efek berarti yang artinya aku tidak bisa memakainya dengan leluasa...
Drama berlanjut karena harus menggunakan sepeda, dan itu tidak mungkin aku gunakan dari rumah menuju kampus yang berjarak kisaran 8 KM, kalau untuk satu dua kali mungkin bisa tapi untuk seterusnya Kurasa mustahil,,,
Jarak rumahku jakabaring menuju UIN terasa sangat mustahil aku tempuh dikala itu....
.
akhirnya aku terpaksa sementara menumpang tinggal diforhati sebuah tempat sekretariat pada organisasi ku
Disana pun tidak berjalan mulus ada saja konflik dan rintangan yang harus dihadapi..
waktu terus berjalan hingga beberapa bulan aku tinggal di ruang forhati.
Perlahan skripsi pun rampung, Walau tidak jarang aku harus puasa mengingat uang yang mulai menipis Sedang penghasilan belum terlalu lancar dan mulus...
.
Hingga pertengahan 2019, aku memutuskan angkat kaki dari forhati karena saat it aku juga tinggal menunggu jadwal ujian. Dan juga emak terus meminta untuk ku segera pulang, karena merasa khawatir padaku Akhirnya aku kabulkan permintaan itu .
.
Hingga hari ini aku cukup beruntung dari sebelum menyelesaikan study aku sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion ku, yang berdampak pada mood yang selalu bahagia saat menjalankannya Alhamdulillah
.
Aku menyelesaikan study durasinya hampir tujuh tahun lamanya masa study ku berlangsung 6 tahun 9 bulan 10 hari (jangan di contek ya adik adiks)๐๐ค๐ค
.
Hingga waktu sekarang berballik ingin rasanya aku memaksimalkan semua energi ku untuk membantu IS, namun tidak juga semulus rencana, Karna nyatanya sekarang aku sudah sibuk dengan dunia pendidikan sebagai guru yang memiliki tanggung jawab hampir setiap hari,
Tinggal aku maksimalkan balas budi padanya dengan cara lain...
.
Aku kini sadar menjadi lambat itu sama sekali tidak baik, apalagi menjadi terlambat dalam hal merampungkan study
.
Dan teman-teman yang dapat lulus tepat waktu dan cumlaude tetap adalah yang terbaik dimata ku
.
Yang buruk it adalah yang gagal dan tidak mau menyelesaikan apa yang dia mulai,,,
.
- Semangat IS studymu pasti selesai segera,,







Tidak ada komentar:
Posting Komentar