:.."Tentang zuadmu"
Maaf ingin ku kisahkan tentang rindu
Rindu yang dulu pernah kita sambung,
tentang bingkisan harapan yg sempat kita ingin rajut,
saat mendengar kabar itu
kurasa ada tabrakan mengelinding didadaku..
Sekilat itu ia terhapus saat kenangan telah terendam hingga mengembang lantas membusuk
Disana masih terpendam sejuta aksara,
bahkan sejuk dan harumnya masih bisa kuhirup hingga kini, sejak kejujuran mulai kau tanggalkan dari lisan mu,
sejak it pula panah benci mulai membidikmu
Tak bermaksud menuduh namun tanpa kau sadari aku pun telah mengetahui,,
Sejak it aku mengkerdilkan diri dengan harapan, maaf untuk niat yang tak kunjung dapat kulautkan
Tidakk,,,,
apa yg terjadi bukanlah sekadar gaungan suara yg menggema
Aku hanya bisa menerka menebak,
sialnya tebakan ku selalu salah aku tak pernah bosan menebak sebab hanya itu yg bisa ku lakukan
Ingin ku tuntaskan baris imajinasiku,
namun tak pernah menemukan titik,
krna aku tak pernah menyukai titik dalam setiap tulisan ku
Andai bisa memilih tentu sejak lama pilihan itu tak kan pernah kujatuhkan dihatimu,
tapi dayaku hanya bisa memejamkan mata
Saat kabar bahagiamu sampai dipelupuk mataku
,
Usiaku memanglah semakin menua,
Namun ingatan tentang kisah tak kunjung menua, sekalipun aku tak pernah menyesalkan kepada tuhan
Aku pernah menolaknya namun dadaku sesak seketika itu,
Pergi ataupun menetap tak lagi memberi pengaruh yg ada hanya sesak yg terpaut diantara keduanya
Masih kearah yg sama langkahku tertuju,
hingga usiaku menginjak kepala empat ini masih kuingat senyummu yg teduh memberi kenyamanan namun palsu,,,
Untuk hasil istikhorohku yg sempat kau pinta namun tak pernah kau tanyakan hasilnya.
Ia masih kusimpan dalam ingatan biarlah hasilnya menjadi rahasiaku...
.
Namun aku harus bisa melanjutkan hidup sebagaimana engkau,
hanya saja mungkin engkau lebih dulu,
Sedang teduhmu yg blm dapat kuretas...
.
Rindu yang dulu pernah kita sambung,
tentang bingkisan harapan yg sempat kita ingin rajut,
saat mendengar kabar itu
kurasa ada tabrakan mengelinding didadaku..
Sekilat itu ia terhapus saat kenangan telah terendam hingga mengembang lantas membusuk
Disana masih terpendam sejuta aksara,
bahkan sejuk dan harumnya masih bisa kuhirup hingga kini, sejak kejujuran mulai kau tanggalkan dari lisan mu,
sejak it pula panah benci mulai membidikmu
Tak bermaksud menuduh namun tanpa kau sadari aku pun telah mengetahui,,
Sejak it aku mengkerdilkan diri dengan harapan, maaf untuk niat yang tak kunjung dapat kulautkan
.
.Tidakk,,,,
apa yg terjadi bukanlah sekadar gaungan suara yg menggema
Aku hanya bisa menerka menebak,
sialnya tebakan ku selalu salah aku tak pernah bosan menebak sebab hanya itu yg bisa ku lakukan
Ingin ku tuntaskan baris imajinasiku,
namun tak pernah menemukan titik,
krna aku tak pernah menyukai titik dalam setiap tulisan ku
Andai bisa memilih tentu sejak lama pilihan itu tak kan pernah kujatuhkan dihatimu,
tapi dayaku hanya bisa memejamkan mata
Saat kabar bahagiamu sampai dipelupuk mataku
,
Usiaku memanglah semakin menua,
Namun ingatan tentang kisah tak kunjung menua, sekalipun aku tak pernah menyesalkan kepada tuhan
Aku pernah menolaknya namun dadaku sesak seketika itu,
Pergi ataupun menetap tak lagi memberi pengaruh yg ada hanya sesak yg terpaut diantara keduanya
Masih kearah yg sama langkahku tertuju,
hingga usiaku menginjak kepala empat ini masih kuingat senyummu yg teduh memberi kenyamanan namun palsu,,,
Untuk hasil istikhorohku yg sempat kau pinta namun tak pernah kau tanyakan hasilnya.
Ia masih kusimpan dalam ingatan biarlah hasilnya menjadi rahasiaku...
.
Namun aku harus bisa melanjutkan hidup sebagaimana engkau,
hanya saja mungkin engkau lebih dulu,
Sedang teduhmu yg blm dapat kuretas...
.
Ak tdk mencintai dalam diam, aku berteriak lewat tulisan,,,.
#Tinahazaana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar